SMK N 3 SINGARAJA

ENDY TKJ "STEMSI

Sabtu, 24 November 2012

MONOGRAFI DESA SARI MEKAR

Pada jaman Kerajaan dahulu Buleleng, terdapat beberapa Kerajaan-Kerajaan kecil seperti Kerajaan Buleleng, Kerajaan Puri Kanginan, Kerajaan Jagaraga, Kerajaan Bondalem, Kerajaan Sukasada, Kerajaan Padang Bulia, dan beberapa Kerajaan-Kerajaan kecil lainnya, sudah pasti bahwa diantara Kerajaan-Kerajaan kecil ini mempunyai keinginan untuk berkuasa sehingga terjadilah perang diantara Kerajaan satu dengan Kerajaan lainnya.
Pada ketika terjadilah tantang antara Kerajaan Sukasada yang dipimpin oleh Ki Barak Panji dengan Kerajaan Bondalem dan sudah sepakat akan perang tanding. Pada saat itu Kerajaan Sukasada membentuk pasukan/bala tentara yang diberi nama Pasukan “GOAK” dibawah pimpinan Senopati Ki Pasung Grigis.

Beberapa hari kemudian diperintahkan oleh raja, Pasukan Goak yang dipimpin oleh Ki Pasung Grigis untuk menggempur Kerajaan Bondalem, dengan berjalan kaki dari Kerajaan Sukasada menuju Kerajaan Bondalem dengan membawa senjata seperti keris, tombak, dan lain-lain. Setelah berada pada suatu wilayah, Pasukan Goak beristirahat dan pada saat itu salah satu Pasukan Goak ini terjatuh kerisnya dan tertancap ke tanah, disaat itu juga tanaman-tanaman yang ada di sekeliling wilayah itu hangus, daun-daun, bunga-bunga, buah-buahan semuanya berjatuhan karena kesaktian keris tersebut. Pada saat itulah Pasukan Goak dan Ki Pasung Grigis member nama wilayah ini “GUNUNG SARI RUNTUH”. Setelah memberi nama, Pasukan Goak yang dipimpin oleh Ki Pasung Grigris ini melanjutkan perjalanan menuju Bondalem.
Dilain wilayah, terdapat Kerajaan Padang Bulia yang dipimpin oleh seorang raja yang mempunyai dua orang patih andalan yang maha sakti dan saktinya kedua orang patih ini lebih sakti daripada Sang Raja. Kedua patih ini bernama Kumpi Basong dan Kumpi Runuh.
Karena kekhawatiran Raja Padang Bulia akan kalah jika kedua orang patih ini akan melawan, sehingga dibuatlah daya upaya supaya kedua orang patih ini yaitu Kumpi Basong dan Kumpi Runuh meninggalkan wilayah Kerajaan Padang Bulia. Oleh karena kelicikan Sang Raja, akhirnya Kumpi Basong dan Kumpi Runuh pergi untuk meninggalkan wilayah Kerajaan Padang Bulia dan sampailah di wilayah Gunung Sari Runtuh.